Postingan

Nation of Islam, Bukan Islam?

Gambar
Benarkah Nation of Islam bukan Islam? Saya menemukan sebuah petikan yang mengejutkan, yang menyebut bahwa Nation of Islam itu bukan Islam. Berikut petikan yang saya maksud itu.   “... Nation of Islam, sebuah kelompok religius yang dipimpin oleh Louis Farrakhan. Nation of Islam sendiri, bertentangan dengan pilihan namanya, bukan merupakan bagian Islam. ... merupakan organisasi pribumi Amerika Serikat. Agama Nation of Islam sendiri diciptakan oleh W.D. Fard, alias Wali Fard Muhammad, di Detroit, Michigan, pada 1930. Gerakan itu kemudian berada di bawah kepemimpinan Elijah Poole, alias Elijah Muhammad, pada pertengahan 1930-an, dan hingga kematiannya pada 1975. ... “... dasar keyakinan Nation of Islam, .... Pertama, dalam Nation of Islam, W.D. Fard, pendiri agama tersebut, diyakini sebagai Tuhan. Kedua, dalam Nation of Islam, Elijah Muhammad diyakini sebagai nabi dan pembawa pesan Tuhan. Ketiga, Nation of Islam mendakwahkan pemisahan ras dan keunggulan rasial warga kuli...

Bilingual Saja Tidak Cukup

Gambar
Pada saat kita menerjemahkan suatu naskah tertentu, dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, kita harus memiliki kualifikasi dan kompetensi bahasa sumber. Tapi ternyata penguasaan bahasa sumber saja tidak cukup, diperlukan kompetensi lain, yaitu mengetahui dan memahami budaya bahasa sumber tersebut. Secara mengejutkan, ungkapan di atas mengemuka, ketika untuk kali pertamanya, penulis berkunjung ke salah satu penerbit di daerah Kemang, Jakarta. Menurut mereka, hal itu sangat urgen dan vital, karena bila hanya menguasai bahasanya saja, bisa-bisa salah menerjemahkan kata-kata tertentu, yang secara harfiah berarti "ini", padahal yang dimaksud ialah "itu". Misalnya, masih menurut mereka, frasa katsiru ramadi (bahasa Arab). Secara harfiah, itu artinya "banyak debu", namun ternyata, yang dimaksud dengan frasa tersebut dalam budaya bahasa sumbernya bukan itu, melainkan "dermawan". Ya, jadi di samping menguasai bahasa sumber (baca: bilingual), seoran...

Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda ke-83

Gambar
Pemuda itu harus punya cita-cita Tanpa cita-cita Pemuda tak berarti apa-apa Bahkan bila pun sudah tua jua Tetap cita-cita haruslah dipelihara Bagus-bagus kalau dilaksana Itu poin plus yang sungguh luar biasa Pemuda itu harus punya idealisme Agar hidup penuh dengan optimisme Pemuda juga harus punya karya Untuk masa ketika sudah muda Jadinya ada yang bisa dibaca Kelak cucu kita 'kan bangga Kita pun jadi berguna Pemuda itu harus punya nyali Berani menentang tirani Pemuda juga harus punya retorika Jika kelak bicara punya nyala Dan jadinya punya daya Maka berwibawalah pemuda Masa depan bangsa pun jadinya tak gulita Pemuda juga tak sekedar punya kata Karena yang terpenting aksi nyata Maka segeralah ambil pusaka Tunjukkan pada dunia Pemuda Indonesia masih ada Selamat hari Sumpah Pemuda! Bergunalah pemuda Indonesia! (Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda ke-83) Pamulang, 28 Oktober 2011

Setahun Sudah Batik Diakui Dunia. Introspeksi Yuk?

Gambar
Setahun sudah, batik Indonesia masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Secara otomatis, dengan masuknya batik ke dalam Daftar Representatif sebagai Warisan Tak Benda Manusia, itu berarti batik diakui dunia, khususnya oleh UNESCO. Sebagai negara yang menjadi rumah batik, Indonesia tentu saja bangga. Tidak sekedar itu, kita juga patut bersyukur, terutama kepada negara tetangga, siapa lagi kalau bukan Malaysia. Gara-gara sikap negara tersebut yang main embat , kita menjadi sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan dari nenek moyang kita. Bayangkan jika negeri Jiran tersebut tidak membuat ulah? Saya meyakini, kita tidak akan sekeras itu bereaksi untuk segera mempatenkan batik sebagai bagian dari warisan leluhur bangsa kita. Sedikit kita mengingat, bahwa tanggal 2 Oktober 2010 silam, UNESCO pada sidang IV tentang Warisan Budaya Tak Benda di Abu Dhabi, memasukan batik ke dalam daftar representatifnya. Momentum tersebut menjadi titik ...

Mengalir Seperti Air

Gambar
Sumber gambar dari sini . Menentang arus air, laksana menaruh batang es ke dalam air yang sedang mendidih. Salah tidaknya analogi tersebut, yang jelas, pengalamanku menunjukkan hal yang demikian. Entah kenapa, kini sikapku makin dingin dan tidak peduli, bahkan terhadap diriku sendiri. Namun demikian, tentu hal tersebut tak serta-merta menjadikan diri ini kambing hitam atas sikap yang seharusnya tak perlu ada itu. "Ingat satu hal, jangan sampai Anda dilangkahi penyesalan, akan tetapi Andalah yang harusnya melangkahi penyesalan itu agar Anda senantiasa bahagia." Kuingin berbagi denganmu, bahwa tindakan masa lalu, justru aku tahu kini, merupakan penentu masa depan kita. Masa lalu itu, tiada lain adalah masa kini yang sedang kita jalani. Oleh karena itu, ketegasan dalam mengambil keputusan hari ini, artinya sangatlah penting untuk masa depan kita, karena membuat keputusan yang salah hari ini, implikasinya ialah membuat masa depan kita runyam. Tentu siapapun, tid...

My Two Sisters

Gambar
Memiliki saudara tentu saja sangat membanggakan, terlebih jika mereka mampu membuat kita tersenyum dalam setiap kesempatan. Sejujurnya, saya memiliki empat, yang kesemuanya perempuan. Bagi saya pribadi, mereka merupakan intan yang tak tertandingi. Saya bangga dengan keempatnya. Harus diakui bahwa kami memiliki jalan masing-masing untuk memperoleh kesejahteraan. Kedua kakak saya, misalnya, lebih memilih dunia kerja sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup demi masa depan, yang tentu saja lebih baik. Begitu pula adik saya yang pertama, selekasnya SMA, atau lebih tepatnya Aliyah, lebih memilih dunia kerja sebagai lahan untuk peningkatan kualitas ekonominya. Sedangkan untuk adik saya yang bungsu, yang kini sedang mengecap dunia Aliyah, entah apa yang akan dipilihnya, namun saya hanya bisa bersaran agar dia bisa memilih yang terbaik dari segala yang baik untuk masa depannya yang lebih cerah. Sejak kecil, kami dibesarkan dalam tradisi keluarga yang ketat. Bisa dikata, semua tindak-t...

Balada Dua Merpati Putih

Gambar
Bermula kata mengemas  makna Berlanjut rasa membekas  cinta Seperti cita meregas  asa Semisal balada melepas  nada Berseru rayakan gempita gembira Bertabur bebintangan pesona cakrawala Laksana gemingnya mantra airmata Berlumur membenam buana tanya Alhasil menyatulah sepasang  raga Berpatri menjadi pelita  jiwa  Berbinar laksana rembulan  purnama Membuncah menjadi tamaran  asmara Seperti dua merpati putih Yang berlabuh di kebun pasir putih Berjanji bersama seia-sekata Dalam urat nadi sukacita-sukaduka Jakarta, Agustus 2011 Untuk sahabatku, semoga kalian menjadi pasangan yang harmonis lagi sakinah, mawadah, warahmah. Amiin.